Estimasi Biaya Pengiriman
Rp7.200 - Rp20.000 /kg
Promo GRATIS ONGKIR* ke Jabodetabek, Banten, Jabar, & Jatim dengan minimum pembelian Rp200.000. Lihat selengkapnya
Perbedaan mendasar terletak pada kejernihan dan ketahanan panas. PET (Polyethylene Terephthalate) bersifat crystal clear (sangat jernih), ideal untuk menyajikan minuman dingin (jus, smoothies, es kopi) agar tampilannya premium. Namun, PET tidak tahan panas. PP (Polypropylene) bersifat translucent (buram), lebih fleksibel (tidak mudah retak), dan heat resistant (tahan panas), menjadikannya pilihan aman untuk minuman panas atau hot food.
Gelas polycarbonate adalah gelas plastik reusable (dapat dipakai ulang) premium. Keunggulan utamanya adalah K3 (Keselamatan Kerja); material ini virtually unbreakable (anti-pecah). Penggunaannya ideal untuk area high-risk dimana pecahan kaca sangat berbahaya, seperti area kolam renang (poolside), rooftop bar, katering outdoor, atau fasilitas kesehatan.
Komposisi utamanya adalah silika dan boron trioksida. Keunggulan utamanya adalah koefisien ekspansi termal (Coefficient of Thermal Expansion/CTE) yang rendah. Artinya, saat dipanaskan atau didinginkan, material ini tidak mengembang atau menyusut secara drastis, memberinya ketahanan superior terhadap thermal shock (perubahan suhu mendadak) dibandingkan gelas standar. Gelas borosilikat juga menunjukkan ketahanan kimia yang sangat baik terhadap mayoritas asam, pelarut, dan larutan garam. Penggunaan umumnya seperti bejana reaksi, labu, pipet, dan sight glass proses.
Material ini adalah bentuk silika (SiO₂) yang sangat murni. Gelas Kuarsa berada di level performa tertinggi. Titik leburnya sangat tinggi, memungkinkannya digunakan secara kontinu pada suhu di atas 1000°C. Koefisien ekspansi termalnya nyaris nol, menjadikannya nyaris imun terhadap thermal shock paling ekstrem. Kuarsa juga transparan terhadap spektrum radiasi yang lebih besar, seperti radiasi UV (ultraviolet), menjadikannya esensial untuk penggunaan seperti tabung reaktor fotokimia, kuvet spektrometer, dan lampu UV. Kemurniannya juga krusial dalam industri semikonduktor.
Material ini mengandung aluminium oksida. Gelas aluminosilikat menawarkan titik pelunakan (softening point) lebih tinggi daripada borosilikat, memungkinkannya beroperasi pada suhu menengah yang lebih tinggi. Material ini juga memiliki kekuatan mekanis lebih baik. Penggunaan umumnya seperti gauge glass pada boiler bertekanan tinggi atau beberapa jenis komponen pencahayaan industrial.
Ini adalah gelas paling umum (digunakan untuk jendela, botol). Dalam konteks teknis, penggunaannya terbatas karena ketahanan termal dan kimianya yang relatif rendah. Namun, material ini masih digunakan untuk barang-barang seperti microscope slides, tabung reaksi sekali pakai, atau wadah penyimpanan zat non-korosif dimana biaya adalah pertimbangan utama.
Pertimbangan utama adalah suhu operasional. Apakah proses membutuhkan pemanasan atau pendinginan? Apakah ada potensi thermal shock? Jika suhu operasional di atas 500°C atau melibatkan siklus termal cepat, Borosilikat mungkin tidak mencukupi, dan Kuarsa menjadi keharusan.
Substansi apa yang akan bersentuhan dengan gelas? Gelas Borosilikat tahan terhadap hampir semua bahan kimia, namun memiliki kelemahan signifikan terhadap Asam Florida (HF), Asam Fosfat panas, dan larutan basa (alkali) kuat pada suhu tinggi. Jika menangani kimia yang bersifat korosif seperti HF, gelas bukanlah material pilihan.
Loading chat box
please wait...
Anda bisa chat secara langsung dengan
Customer Support kami untuk bertanya
Stok produk,
Pesanan,
Pembayaran,
Pengiriman,
Faktur Pajak,
Pengembalian Barang & Garansi atau kunjungi
Pusat Bantuan Kami




